Pacitanupdate.com, PACITAN – Komitmen dalam mencetak generasi muda yang berkarakter dan religius terus ditunjukkan oleh jajaran TNI Angkatan Darat. Mewakili Danramil 0801/04 Tegalombo, Pelda Mujiono menghadiri sekaligus mengawal jalannya prosesi Wisuda Tahfidz 1 Tegalombo yang berlangsung khidmat di Pendopo Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, Senin (25/5/2026).
Acara monumental ini turut dihadiri oleh Kasi Pendidikan Islam Kemenag Pacitan Abdul Hamis, S.Pd.I., M.Pd., Dewan Penasehat PAI, Ketua Komite PAI Eko Setiono, S.Pd., M.Pd., perwakilan Polsek Tegalombo Bripka Reza, serta jajaran Kepala Sekolah dan Guru PAI se-Kecamatan Tegalombo bersama para orang tua wisudawan.
Dalam kesempatan tersebut, Pelda Mujiono menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi tinggi dari keluarga besar Koramil Tegalombo kepada para santri yang berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur'an mereka.
"Selamat kepada anak-anakku yang telah menyelesaikan masa belajarnya dengan sangat baik. Kami juga berterima kasih kepada para guru dan ustaz-ustazah yang tanpa lelah mendedikasikan diri demi kemajuan pendidikan agama di Pacitan. Pembinaan keagamaan ini adalah fondasi paling fundamental bagi masa depan generasi penerus bangsa," ujar Pelda Mujiono.
Ia juga menekankan bahwa pembentukan karakter anak tidak bisa hanya bertumpu pada sekolah formal, melainkan harus dimulai dari lingkungan keluarga sejak usia dini. Menurutnya, masa usia dini adalah fase krusial untuk meletakkan dasar moral, fisik, dan agama demi membentuk kepribadian yang tangguh.
Apresiasi senada juga datang dari pihak Kementerian Agama Kabupaten Pacitan. Kasi Pendidikan Islam, Abdul Hamis, S.Pd.I., M.Pd., menyatakan kebanggaannya atas sinergi seluruh elemen, termasuk TNI-Polri, dalam mendukung iklim pendidikan Islam di wilayah Tegalombo.
"Kehadiran Koramil dan seluruh lintas sektor hari ini menjadi suntikan motivasi besar bagi kami. Harapan kami, wisuda tahfidz ini bukan akhir, melainkan awal. Kita berharap program ini meluas ke seluruh sekolah di Pacitan agar lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia," tutur Abdul Hamis.
Melalui momentum ini, seluruh pihak terkait sepakat untuk memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan, aparat teritorial, dan orang tua. Sinergitas ini diharapkan mampu membentengi generasi muda Pacitan dari dampak negatif modernisasi sekaligus mencetak pemimpin masa depan yang berjiwa qurani. (KR)