PACITAN, Pacitanupdate.com — Pemerintah Desa Mentoro bersama BPBD Jawa Timur, BPBD Kabupaten Pacitan, serta jajaran TNI-Polri resmi mengukuhkan pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Balai Desa Mentoro, Kecamatan Pacitan, Jumat (24/7/2026). Langkah ini diambil guna memperkuat mitigasi dini dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya luapan Sungai Grindulu.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris BPBD Provinsi Jawa Timur Andika Nurhamad Sudigda, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pacitan Erwin Andriatmoko, Danramil 0801/01 Kapten Pacitan Kav Dadut Setyawan, Kapolsek Pacitan Iptu Yuyun Krisdiantoro, Sekcam Pacitan Faizal Nurul Huda, Kepala Desa Mentoro Rochman Mashoeri, Fasilitator BPBD Pacitan Dena Rendrarini, serta puluhan relawan dan kader Destana Desa Mentoro.
Kepala Desa Mentoro, Rochman Mashoeri, menjelaskan bahwa letak geografis Desa Mentoro yang dilintasi oleh aliran Sungai Grindulu menjadikan wilayahnya memiliki kerawanan tinggi terhadap ancaman luapan udara dan banjir.
“Melalui terbentuknya Desa Tangguh Bencana ini, kami berharap masyarakat Mentoro semakin sigap dan tanggap dalam menghadapi potensi banjir yang bisa terjadi sewaktu-waktu,” ujar Rochman.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pacitan, Erwin Andriatmoko, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas warga melalui rencana kontinjensi yang terstruktur agar dapat memahami peran masing-masing masyarakat saat tanggap darurat.
“Tujuan utama Destana adalah meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pencegahan bencana serta meminimalkan risiko dampak dengan memberdayakan sumber daya lokal. Dengan pengetahuan yang cukup, masyarakat tahu siapa yang melakukan apa saat situasi darurat terjadi,” jelas Erwin.
Baca Juga : Dukung Pembinaan Generasi Muda, TNI-Polri Hadiri Musran Gerakan Pramuka Arjosari 2026
Semenara itu, Danramil 0801/01 Pacitan, Kapten Kav Dadut Setyawan, menegaskan komitmen TNI dalam mendukung penuh upaya pemetaan dan mitigasi bencana berbasis masyarakat. Ia menyebut kemandirian warga merupakan kunci utama pemulihan pascalintas bencana.
“Penanganan bencana adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap seluruh peserta mengikuti pembekalan dengan serius agar target terbentuknya desa yang mandiri, adaptif, dan tangguh dalam menghadapi bencana dapat terwujud,” tegas Kapten Kav Dadut Setyawan.
Melalui program ini, jajaran TNI-Polri bersama BPBD dan pemerintah kecamatan berkomitmen terus memperkuat koordinasi lintas sektor, mendorong kewaspadaan dini warga, serta memfasilitasi pembekalan rutin bagi kader Destana guna mewujudkan ketahanan wilayah yang solid di Kabupaten Pacitan. (KR)

