Antisipasi Megathrust, BMKG Pacitan dan Forkopimda Gelar Sekolah Lapang Gempa & Tsunami

Perwakilan BMKG, Forkopimda Pacitan, dan TNI berfoto bersama dalam pembukaan Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami (SLG) 2026 di Balai Pertemuan Desa Sidomulyo, Pacitan, Jumat (17/7/2026). Kegiatan ini bertujuan melatih kesiapan masyarakat pesisir selatan dalam menghadapi potensi gempa bumi dan ancaman megathrust. (Foto: Istimewa) 


PACITAN, Pacitanupdate.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Kabupaten Pacitan menggelar kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami (SLG) bagi peserta program Stasiun Geofisika Mengajar 2026. Kegiatan edukasi berskala intensif ini diselenggarakan di Balai Pertemuan Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, pada Jumat (17/7/2026).

​Acara strategis ini dihadiri langsung oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Anggota Komisi V DPR RI Dr. H. Ali Mufthi, S.Ag., M.Si., Wakil Bupati Pacitan Gagarin, Dandim 0801/Pacitan Letkol Arh Rudi Ariyanto, S.E., M.Sos., Kepala Stasiun Geofisika Pacitan Prof. Ir. Teuku Faisal Fathani, Ph.D., Kepala Stasiun Geofisika Nganjuk Iwan Setiawan, S.Si., beserta jajaran kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pacitan.

​Dibuka secara resmi oleh Kepala Stasiun Geofisika Pacitan, Prof. Ir. Teuku Faisal Fathani, Ph.D., kegiatan ini dirancang khusus untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan mendalam mengenai potensi bahaya gempa bumi dan tsunami. Melalui pemahaman taktis ini, peserta diharapkan mampu mengambil peran aktif dalam mata rantai mitigasi bencana di daerah masing-masing.

​"Melalui kegiatan ini, kami berharap para peserta dapat memahami secara mendalam mengenai potensi bencana alam dan menjadi agen mitigasi bencana yang siap memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar," ujar Teuku Faisal Fathani dalam sambutannya.


​Selama rangkaian kegiatan, para peserta menerima pembekalan materi komprehensif dari Kepala Stasiun Geofisika Nganjuk, Iwan Setiawan, S.Si. Edukasi tersebut diperkuat dengan pemutaran video dokumenter simulasi kebencanaan yang menyoroti urgensi peran dunia pendidikan dalam menumbuhkan kesiapsiagaan di wilayah pesisir selatan Pacitan.

​Tidak hanya dijejali teori, para peserta juga dilatih secara praktis melalui simulasi evakuasi mandiri saat terjadi gempa bumi. Langkah ini bertujuan memberikan bekal psikomotorik agar peserta tetap tenang dan responsif saat menghadapi situasi darurat yang sebenarnya. Untuk mengukur efektivitas pembelajaran, panitia turut menyelenggarakan uji pemahaman melalui mekanisme pre-test dan post-test.

​Dandim 0801/Pacitan Letkol Arh Rudi Ariyanto, S.E., M.Sos., menegaskan pentingnya pengenalan dini wilayah rawan bencana guna meminimalkan dampak terburuk bagi masyarakat pesisir selatan Pacitan.

​"Tujuan utama dari SLG ini adalah meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman nyata bencana megathrust dan zona subduksi di pesisir selatan Jawa. Kami memberikan edukasi literasi kebencanaan, metode penyelamatan diri yang cepat, serta visualisasi jalur evakuasi yang aman," tegas Dandim Letkol Arh Rudi Ariyanto.

​Kehadiran TNI AD melalui jajaran Kodim 0801/Pacitan dalam forum tersebut sekaligus merefleksikan sinergi kokoh unsur Forkopimda—termasuk Pemerintah Daerah, Polres, dan BPBD Pacitan. Kolaborasi aktif ini dicanangkan sebagai komitmen bersama daerah untuk mewujudkan ketangguhan bencana demi target nihil korban jiwa (zero victim) apabila terjadi peristiwa alam tak terduga di masa depan. (KR)
Lebih baru Lebih lama