PACITAN, Pacitanupdate.com — Keceriaan dan senyum bahagia terpancar dari wajah murid Sekolah Dasar (SD) di Desa Mantren saat melintasi Jembatan Perintis Garuda yang terletak di Desa Mantren, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, pada Selasa (14/7/2026). Infrastruktur jembatan beton yang menjadi bagian dari program strategis pemerintah dalam meningkatkan konektivitas wilayah tersebut kini telah rampung 100 persen dan resmi dapat dimanfaatkan secara penuh oleh masyarakat setempat.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini dilaksanakan melalui mekanisme karya bakti yang mengintegrasikan personel TNI dari Kodim 0801/Pacitan bersama warga sekitar. Berlandaskan semangat gotong royong yang kuat, proses pengerjaan fisik berhasil diselesaikan tepat waktu tanpa mengesampingkan standar kualitas dan ketahanan bangunan baku.
Secara geografis dan fungsional, jembatan ini memegang peranan krusial sebagai urat nadi penghubung antar-pemukiman warga. Selain menjadi jalur mobilitas utama menuju kawasan pertanian dan fasilitas umum, jembatan tersebut merupakan akses paling vital bagi anak-anak di wilayah setempat dalam menempuh jalur pendidikan sehari-hari.
Baca Juga : Perkuat Sinergitas, Kapolres Pacitan Serahkan Piagam Penghargaan kepada Komandan Pamter (PSHT) Pusat Madiun
Dandim 0801/Pacitan, Letkol Arh Rudi Ariyanto, S.E., M.Sos., menegaskan bahwa pelaksanaan karya bakti ini merupakan wujud nyata sinergitas antara TNI dan rakyat dalam mengawal program akselerasi pembangunan pemerintah serta menyediakan fasilitas publik yang representatif.
"Jembatan Perintis Garuda merupakan infrastruktur yang sangat penting bagi masyarakat. Melalui kebersamaan dan semangat gotong royong, pembangunan dapat diselesaikan sehingga manfaatnya kini dapat dirasakan kembali oleh warga. Kami berharap masyarakat ikut menjaga dan merawat jembatan ini agar tetap awet dan dapat digunakan dalam jangka panjang," ujar Dandim Letkol Arh Rudi Ariyanto.
"Kami selaku pemerintah desa Mantren mengucapkan rasa syukur dan terimakasih kepada Presiden RI Bapak Prabowo Subianto melalui TNI AD serta masyarakat setempat yang sudah gotong royong bahu membahu hingga tercipta jembatan ini. Dengan adanya jembatan ini, akses warga menjadi jauh lebih cepat dan efisien," ungkap Sriyanto.
Dampak positif pembangunan ini juga dirasakan langsung oleh sektor pendidikan. Silvy, seorang siswi kelas 5 Sekolah Dasar yang saban hari melintasi jalur tersebut, mengaku merasa jauh lebih aman dan nyaman saat berangkat menuju sekolah jika dibanding dengan kondisi infrastruktur sebelumnya.
"Sebelumnya memang sudah ada jembatan dari kayu dan bambu, tapi kecil dan goyang bila dilewati. Kadang kami merasa takut, jadi kalau lewat harus bergantian. Sekarang dengan adanya jembatan baru ini, kami ke sekolah lebih nyaman dan tidak ada rasa takut lagi," tutur Silvy dengan nada riang.
Keberhasilan perwujudan Jembatan Perintis Garuda ini menjadi bukti konkret bahwa kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, TNI, pemerintah desa, dan elemen masyarakat mampu memberikan solusi riil terhadap kebutuhan fundamental publik. Selain menstimulus aktivitas ekonomi dan interaksi sosial, kehadiran jembatan ini menjamin hak anak-anak untuk mendapatkan akses pendidikan yang lebih aman, mudah, dan manusiawi demi masa depan generasi penerus bangsa. (KR)

