Dipicu Pembakaran Sampah, Usaha Pengolahan Limbah Triplek di Ponggok Pacitan Terbakar Hebat

BAHU-MEMBAHU JINAKKAN API: Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Pacitan bersama warga bergerak cepat melokalisasi kobaran api yang membakar tempat usaha pengolahan limbah triplek di Dusun Krajan Kidul, Desa Ponggok, Pacitan, Kamis (9/7/2026) sore. (Foto: Istimewa)


PACITAN, Pacitanupdate.com – Kebakaran hebat melanda sebuah tempat usaha pengolahan limbah triplek milik Roni yang berlokasi di Dusun Krajan Kidul RT 03/RW 04, Desa Ponggok, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, pada Kamis (9/7/2026) sore. Insiden yang diduga kuat berawal dari aktivitas pembakaran sampah yang tidak terkendali ini melumat bangunan semi permanen beserta isinya hingga mengakibatkan kerugian ratusan juta rupiah.

​Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pacitan, Ardiyan Wahyudi, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan peristiwa tersebut tepat pada pukul 15.03 WIB langsung dari sang pemilik usaha. Merespons laporan darurat itu, tim Pemadam Kebakaran bergerak cepat dalam waktu dua menit dan tiba di lokasi kejadian pada pukul 15.10 WIB.

​"Begitu menerima laporan, petugas langsung bergerak menuju lokasi dengan mengerahkan tiga unit armada agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin dan api tidak meluas ke bangunan di sekitarnya," ujar Ardiyan saat memberikan keterangan pers, Kamis (9/7/2026) sore.

​Berdasarkan hasil pendataan sementara tim di lapangan, area yang hangus terbakar mencakup luas sekitar 15 x 10 meter persegi. Karakteristik material limbah triplek yang kering dan mudah terbakar, dipadukan dengan konstruksi bangunan yang semi permanen, membuat kobaran api meluas dalam waktu singkat. Akibatnya, selain bangunan dan tumpukan limbah, dua unit sepeda motor milik korban yang terparkir di lokasi juga tidak berhasil diselamatkan dari amukan si jago merah.

​Ardiyan menjelaskan, berdasarkan penuturan sejumlah saksi mata di lokasi kejadian, titik api pertama kali muncul dari tempat pembakaran sampah di sekitar area usaha. Embusan angin yang bertiup kencang sore itu membuat percikan api menyambar material limbah dengan cepat.

​"Dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari pembakaran sampah yang tidak terkendali. Angin yang cukup kencang mempercepat penyebaran api ke tumpukan limbah triplek sehingga kebakaran sulit dikendalikan pada awal kejadian," urai Ardiyan memaparkan kronologi dugaan awal.

​Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini. Petugas damkar yang dibantu warga sekitar berhasil melokalisasi api sebelum merembet ke pemukiman penduduk yang lebih luas. Meski demikian, kerugian material yang diderita pemilik usaha ditaksir mencapai Rp150 juta.

​Atas kejadian ini, Satpol PP Kabupaten Pacitan mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh lapisan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat melakukan pembersihan lahan atau pembakaran sampah di tengah kondisi cuaca yang kering.

​"Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terlebih di dekat material yang mudah terbakar. Pastikan api benar-benar padam sebelum ditinggalkan, agar tidak memicu kebakaran yang dapat merugikan diri sendiri maupun lingkungan sekitar," pungkas Ardiyan. (*)
Lebih baru Lebih lama