PACITAN, Pacitanupdate.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Jalan dan Jembatan (UPT PJJ) Pacitan tengah memprioritaskan dua proyek strategis infrastruktur jalan untuk tahun anggaran mendatang. Proyek tersebut mencakup penuntasan pelebaran jalan ruas Arjosari–Purwantoro serta pelurusan trase ekstrem di kawasan Pucangombo menuju Ponorogo guna mendongkrak konektivitas dan keselamatan berkendara di Kota 1001 Goa.
Kepala UPT PJJ Pacitan Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Ir. H. Budi Harisantoso, ST., MT., mengungkapkan bahwa kedua pekerjaan rumah (PR) besar tersebut memiliki urgensi tinggi untuk segera direalisasikan karena berkaitan langsung dengan mobilitas ekonomi dan penurunan tingkat kerawanan kecelakaan.
Baca Juga : Sinergi Kodim 0801/Pacitan Hadiri Penutupan Kejurprov Catur Jatim ke-57 Tahun 2026
Terkait ruas Arjosari–Purwantoro, Budi menjelaskan pengerjaan fisik berupa pelebaran jalan terus berjalan secara simultan. Dari total panjang jalan sekitar 46 kilometer, sepanjang 30 kilometer di antaranya kini telah berhasil diperlebar menjadi enam meter sesuai standar keselamatan provinsi.
"Tahun 2026 ini kami menargetkan tambahan pelebaran sepanjang empat kilometer. Sisa sekitar 12 hingga 13 kilometer lagi akan terus kami selesaikan secara bertahap pada tahun-tahun berikutnya," ujar Budi saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/7/2026).
Ia menambahkan, proyek pelebaran jalan ini ditargetkan mampu memenuhi standardisasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, di mana seluruh akses jalan provinsi wajib memiliki lebar ideal minimal enam hingga tujuh meter.
"Tahun depan (2027) ruas Arjosari–Purwantoro masih mendapatkan alokasi anggaran. Kami terus mengupayakan agar pelebaran jalan ini bisa tuntas sepenuhnya. Jika infrastruktur ini rampung, dampaknya akan sangat masif dalam mendukung roda perekonomian masyarakat setempat," imbuh Budi.
Di sisi lain, UPT PJJ Pacitan juga fokus mengurai kerawanan jalur Pacitan–Ponorogo, tepatnya di kelok ekstrem yang dikenal masyarakat sebagai kawasan "Irung Petruk", Desa Pucangombo. Rencana strategis yang disiapkan meliputi pemotongan tebing/bukit tinggi guna memangkas tikungan tajam, serta pembangunan jembatan baru untuk meluruskan trase jalan.
Saat ini, progres proyek tersebut telah memasuki babak akhir penyusunan Detail Engineering Design (DED). Pihaknya kini tengah berjuang secara intensif agar alokasi anggaran konstruksi fisik dapat disetujui oleh pemerintah provinsi untuk tahun anggaran 2027.
"Untuk kelok Irung Petruk, kami terus mengupayakan koordinasi agar bisa masuk penganggaran tahun 2027. Namun, saat ini kami belum bisa memastikan realisasi pastinya karena keputusan akhir berada di tangan pemerintah provinsi," jelas Budi secara objektif.
Penyelesaian kedua jalur urat nadi ini diharapkan menjadi katalisator positif, tidak hanya bagi keselamatan pengguna jalan, namun juga mempermudah aksesibilitas wisatawan mancanegara maupun domestik yang ingin berkunjung ke berbagai destinasi wisata unggulan di Pacitan.
"Kami berharap seluruh program intervensi infrastruktur jalan yang telah dirintis ini dapat berjalan berkelanjutan. Konektivitas yang prima menjadi kunci utama dalam menjamin keselamatan publik sekaligus mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah," pungkasnya. (KR)
