TMMD 126 Kodim Pacitan Hadirkan Senyum Bahagia, Rumah Mbah Jemu Kini Berdiri Kokoh

PacitanUpdate.com || Pacitan — Rasa haru dan bahagia terpancar dari wajah Mbah Jemu dan istrinya, pasangan lansia warga Desa Petungsinarang, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan. Rumah sederhana mereka yang dulu berdinding kayu dan anyaman bambu, kini telah berubah menjadi bangunan kokoh berlantai keramik berkat program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Kodim 0801/Pacitan.

Mbah Jemu yang selama ini hidup berdua bersama istrinya karena anak-anaknya merantau, tak mampu menyembunyikan rasa syukur atas bantuan yang diterimanya. Ia mengenang kondisi rumah lamanya yang reot dan sering bocor saat hujan, kini telah berdiri layak dan nyaman untuk ditempati.

“Saya sangat senang rumah kami sudah diperbaiki, kini jadi bagus dan nyaman. Terima kasih sebesar-besarnya kepada bapak-bapak TNI yang telah membantu. Semoga selalu diberi kesehatan dan dalam lindungan Allah SWT,” tutur Mbah Jemu dengan mata berkaca-kaca, Jumat (31/10/2025).

Sementara itu, Dansatgas TMMD ke-126 Kodim 0801/Pacitan, Letkol Arh Imam Musahirul, S.H., M.I.P., menegaskan bahwa kehadiran TMMD tidak hanya sebatas membangun infrastruktur, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi masyarakat desa.

“TMMD bukan hanya membangun fisik, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan dan memberikan kebahagiaan bagi warga yang membutuhkan. Mbah Jemu adalah salah satu bukti nyata bagaimana sinergi TNI dan masyarakat bisa membawa perubahan positif,” ujarnya.

Letkol Imam menambahkan, kegiatan TMMD di Desa Petungsinarang menjadi simbol kuatnya nilai gotong-royong. Kehadiran prajurit di tengah warga memperlihatkan bahwa TNI tidak hanya hadir sebagai pelindung, tetapi juga sebagai penggerak pembangunan di daerah terpencil.

“Keberadaan Satgas TMMD bukan sekadar membangun rumah, tapi juga membangun semangat dan optimisme warga. Itulah yang kini dirasakan Mbah Jemu dan keluarganya,” tambahnya.

Dengan rampungnya pembangunan rumah Mbah Jemu, TMMD ke-126 kembali menegaskan komitmennya sebagai program nyata yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Di balik bangunan kokoh yang berdiri, tersimpan makna besar tentang kepedulian, kebersamaan, dan harapan baru bagi warga desa. (Kris)
Previous Post Next Post