Lupa Matikan Api Sampah, Usaha Penggergajian Kayu di Punung Pacitan Hangus Terbakar

Petugas gabungan dari Babinsa Koramil 0801/10 Punung, Bhabinkamtibmas, Tim Damkar, dan Masyarakat saat melakukan pemadaman dan pendinginan sisa kebakaran tempat penggergajian kayu di Dusun Klepu, Desa Punung, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Rabu (2/9/2026).

𝐏𝐔𝐍𝐔𝐍𝐆 | 𝐏𝐚𝐜𝐢𝐭𝐚𝐧𝐮𝐩𝐝𝐚𝐭𝐞.𝐜𝐨𝐦 — Kebakaran melanda sebuah lokasi usaha penggergajian kayu di Dusun Klepu, Desa Punung, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, pada Rabu (2/9/2026) siang. Diduga akibat kelalaian pembakaran sampah yang dipicu cuaca panas dan angin kencang, kobaran api menghanguskan satu unit mesin serkel serta kayu olahan dengan estimasi kerugian materiil mencapai Rp50 juta.

​Peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 10.00 WIB ketika pemilik usaha, IF (45), membakar sampah di sekitar area penggergajian kayu. Namun, api diduga belum sepenuhnya padam saat ditinggalkan. Sekira pukul 12.00 WIB, terik matahari disertai hembusan angin kencang membuat percikan api dengan cepat merembet ke tumpukan kayu olahan hingga membakar mesin utama.

​Melihat kobaran api yang kian membesar pada pukul 12.10 WIB, pemilik usaha segera melaporkan kejadian tersebut kepada Babinsa Koramil 0801/10 Punung dan Bhabinkamtibmas setempat, yang kemudian memicu koordinasi cepat dengan Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kecamatan Punung.

Mendapat laporan warga, personel Koramil 0801/10 Punung Pelda Ariyanto bersama Bhabinkamtibmas langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk membantu penanganan.

​"Kami bersama Tim Damkar tiba di TKP sekitar pukul 12.20 WIB dengan mengarahkan 1 unit mobil pemadam dan 2 unit pemasuk air (water supplier). Personel Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan warga sekitar langsung bahu-membahu melokalisasi serta memadamkan api," ujar Pelda Ariyanto saat memberikan keterangan di lokasi kejadian, Rabu (2/9/2026).

​Pelda Ariyanto menjelaskan, setelah api utama berhasil dipadamkan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi melainkan melakukan proses pembasahan (cooling down) guna mengantisipasi munculnya titik api susulan dari sisa-sisa material kayu.

​"Alhamdulillah, sekitar pukul 13.00 WIB seluruh titik api berhasil dipadamkan secara total dan penanganan dinyatakan selesai," tambahnya.

​Meski tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini, pemilik usaha mengalami kerugian materiil berupa 1 unit mesin serkel dan 1 kubik kayu olahan yang hangus terbakar.

​Sebagai langkah antisipasi berulangnya kejadian serupa, aparat kewilayahan mengimbau masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam aktivitas pembakaran sampah di tengah kondisi musim kemarau panjang yang rawan memicu kebakaran. (*)

Lebih baru Lebih lama