Berjuang Lawan Kanker Limfatik 2,5 Tahun, Warga Pacitan Ini Butuh Uluran Tangan untuk Biaya Operasional Berobat

Efrin Kusuma Wardyta (29) bersiap menjalani perawatan intensif di kediamannya di Dusun Galit, Desa Banjarjo, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, Jumat (21/8/2026). (Foto: Istimewa)

𝐊𝐄𝐁𝐎𝐍𝐀𝐆𝐔𝐍𝐆 | 𝐏𝐚𝐜𝐢𝐭𝐚𝐧𝐮𝐩𝐝𝐚𝐭𝐞.𝐜𝐨𝐦 — Efrin Kusuma Wardyta (29), seorang penderita kanker limfatik asal Dusun Galit, Desa Banjarjo, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, membutuhkan uluran tangan masyarakat untuk membiayai operasional pengobatannya ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta pada Jumat (21/8/2026). Meski biaya medis telah ditanggung oleh BPJS Kesehatan, keluarga Efrin mengalami krisis ekonomi parah lantaran sang suami harus berhenti bekerja demi mendampinginya berobat secara berkesinambungan selama 2,5 tahun terakhir.

​​Perjuangan Efrin melawan kanker limfatik bermula sejak didiagnosis tepat setelah melahirkan anak pertamanya 2,5 tahun lalu. Selama kurun waktu tersebut, ia telah menjalani serangkaian tindakan medis yang menguras energi dan stamina, termasuk operasi, puluhan kali kemoterapi, hingga prosedur penyedotan cairan pada paru-paru dan perutnya.

​Kondisi ekonomi keluarga kian terpuruk lantaran sang suami, Beti Agus Prastya (31), harus melepaskan pekerjaannya agar bisa merawat Efrin secara penuh. Tumpuan ekonomi keluarga kini menyisakan sang adik, Mukhsin Ardinugroho (23), yang bekerja serabutan. Beban tersebut semakin memuncak mengingat ibu Efrin, Tatik Andarwati (58), juga menderita penyakit stroke sejak satu tahun terakhir, sementara sang ayah telah berpulang pada tahun 2009. Anak balita Efrin yang berusia 3,5 tahun pun kini terpaksa diasuh oleh pihak keluarga suami.

Meskipun biaya tindakan medis terlindungi jaminan kesehatan, pengeluaran terbesar yang mencekik keluarga adalah biaya operasional transportasi rujukan antarkota.

​"Yang banyak ke kebutuhan transportasi berobat ke RSUP Sardjito Jogjakarta. Butuh Rp600 ribu untuk sekali perjalanan, pakai ambulans juga segitu," ujar Mukhsin saat diwawancarai awak media, Jumat (21/8/2026).

​Mukhsin menjelaskan bahwa biaya rujukan tersebut tergolong amat berat bagi keluarganya yang kini tidak memiliki penghasilan tetap. Selama ini, operasional berobat hanya mengandalkan belas kasih dan bantuan dari kerabat dekat.

​"Kalau ekonomi keluarganya Mbak sementara Mas Agus ya tidak bisa kerja, nunggu Mbak terus. Pendapatan sementara dari keluarga-keluarga yang bantu untuk berobat," tambah Mukhsin.


​​Guna merespons kondisi darurat tersebut, Komunitas Petarung Kehidupan memprakarsai penggalangan dana publik untuk membantu meringankan biaya operasional medis Efrin. Pihak keluarga berharap adanya kepedulian dari masyarakat luas agar proses pengobatan Efrin dapat terus berjalan tanpa terkendala biaya transportasi. Masyarakat yang berencana menyalurkan bantuan dapat mengirimkan donasi melalui rekening Bank BRI 6461-0101-3436-535 atas nama Perkumpulan Petarung Kehidupan, atau mengonfirmasi secara langsung ke pihak keluarga di nomor 0851-5604-5525. (*)

Lebih baru Lebih lama