Kibarkan Bendera Raksasa di Luweng Ombo, Pacitan Gelar Upacara Kemerdekaan di Gua Terdalam Jawa

Bendera Merah Putih raksasa berukuran 22x17 meter berkibar di mulut Goa Luweng Ombo, Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Pacitan, Jawa Timur, Senin (17/8/2026). Pengibaran bendera di kawasan karst ini menjadi bagian dari rangkaian Gahvara Yava Expedition 2026 dalam peringatan HUT ke-81 RI.

𝐃𝐎𝐍𝐎𝐑𝐎𝐉𝐎 | 𝐏𝐚𝐜𝐢𝐭𝐚𝐧𝐮𝐩𝐝𝐚𝐭𝐞.𝐜𝐨𝐦 — Pemerintah Kabupaten Pacitan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan konsep unik dan tak biasa, Senin (17/8/2026). Peringatan Detik-detik Proklamasi dilaksanakan secara serentak di dua titik lokasi berbeda, yakni kawasan situs geologi Goa Luweng Ombo di Kecamatan Donorojo dan halaman Pendopo Kabupaten Pacitan.

​Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji memimpin langsung jalannya upacara di mulut Goa Luweng Ombo, Desa Kalak, Kecamatan Donorojo. Sementara itu, Wakil Bupati Pacitan Gagarin Sumrambah bertindak sebagai Inspektur Upacara di halaman Pendopo Kabupaten Pacitan.

Pemilihan Goa Luweng Ombo—salah satu gua vertikal terdalam di Pulau Jawa—sebagai lokasi upacara utama merupakan bagian dari agenda Gahvara Yava Expedition 2026 yang berlangsung pada 9–19 Agustus 2026. Momen bersejarah tersebut ditandai dengan pengibaran Bendera Merah Putih raksasa berukuran 22 meter x 17 meter di mulut gua.

​Upacara di kawasan karst ini turut melibatkan tim ekspedisi, caver (penelusur gua) dari berbagai daerah, peneliti geologi, masyarakat lokal, serta peserta Pacitan Merdeka Run 2026 yang berlari sejauh 8,1 kilometer dari Pantai Karangbolong.

​Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji menyampaikan bahwa pelaksanaan upacara di situs alam tersebut membawa pesan mendalam tentang konservasi dan kebangsaan.

​"Mencintai Indonesia juga berarti mengenali dan menjaga setiap jengkal kekayaan yang dititipkan di bumi Indonesia," kata Indrata.

​Ia menambahkan, peringatan kemerdekaan di Luweng Ombo menjadi wujud apresiasi bagi para pahlawan serta para ilmuwan dan penjelajah yang mengisi kemerdekaan lewat penelitian dan eksplorasi ilmu pengetahuan.

​​Di tempat terpisah, upacara di halaman Pendopo Kabupaten Pacitan berlangsung khidmat. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forkopimda, aparatur sipil negara, serta unsur masyarakat.

​Ketua DPRD Kabupaten Pacitan Arif Setia Budi bertindak membacakan naskah Proklamasi, sementara Kapten CZI Suprapto bertindak sebagai Komandan Upacara. Pengibaran Sang Merah Putih dijalankan oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Pacitan.

​Usai upacara di Pendopo, Wakil Bupati Gagarin Sumrambah menyerahkan remisi Kemerdekaan RI secara simbolis kepada warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pacitan yang telah memenuhi syarat substantif dan administratif.


​Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Pacitan berharap dapat mendorong promosi potensi wisata alam bawah tanah serta kawasan karst Pacitan ke tingkat internasional.

​Pemerintah Daerah menegaskan bahwa data ilmiah yang dihimpun dari Gahvara Yava Expedition 2026 bakal dimanfaatkan untuk edukasi, mitigasi bencana, pemetaan kekayaan geologi, hingga riset speleologi.

​"Dari Goa Luweng Ombo, Pacitan ingin mengirimkan pesan kepada Indonesia bahwa kemerdekaan adalah keberanian untuk terus menemukan batas-batas baru, sekaligus kebijaksanaan untuk menjaga apa yang kita temukan," tulis keterangan resmi Pemkab Pacitan.

​Rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Kabupaten Pacitan ditutup pada sore hari dengan Upacara Penurunan Bendera Merah Putih di Pendopo Kabupaten, di mana Bupati Indrata Nur Bayuaji kembali bertindak sebagai Inspektur Upacara. (KR)

Lebih baru Lebih lama