𝐏𝐀𝐂𝐈𝐓𝐀𝐍 | 𝐏𝐚𝐜𝐢𝐭𝐚𝐧𝐮𝐩𝐝𝐚𝐭𝐞.𝐜𝐨𝐦 — Pemerintah Desa (Pemdes) Bogoharjo menggelar Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) dan Rembuk Stunting Tahun Anggaran 2026 bersama jajaran aparat kewilayahan dan lintas sektor di Balai Desa Bogoharjo, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, Rabu (9/9/2026) mulai pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini bertujuan menyepakati prioritas program kesehatan serta langkah penanganan stunting berbasis data dan aspirasi warga.
Musyawarah ini dihadiri oleh Kepala Desa Bogoharjo Wiji Slamet, Babinsa Koramil 0801/07 Ngadirojo Sertu Parjoko, Bhabinkamtibmas Brigadir Arnold, Kepala Puskesmas Ngadirojo dr. Rini Endrawati, M.Kes., Ketua Koordinator PLKB Kecamatan Ngadirojo Nugrahaning Dyah Septu, S.Sos., Ketua BPD Wiji Martono, bidan desa, 15 kader Posyandu, serta jajaran perangkat desa.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Bogoharjo Wiji Slamet menegaskan bahwa upaya penanganan stunting menjadi fokus utama pemdes pada anggaran tahun 2026.
"Penanganan stunting tidak bisa jalan sendiri. Harus ada sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat. Melalui MMD dan Rembuk Stunting ini kita petakan masalah dan solusi konkretnya," ujar Wiji.
Dari sisi pengamanan dan pembinaan wilayah, Babinsa Desa Bogoharjo Sertu Parjoko menyatakan kesiapan TNI untuk terus mendampingi program pembangunan desa, khususnya program prioritas nasional di bidang kesehatan masyarakat.
"Babinsa akan terus bersinergi dengan pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung setiap program pembangunan. Penanganan stunting memerlukan keterlibatan semua pihak karena menyangkut kualitas generasi penerus bangsa. Melalui Musdes ini diharapkan lahir program-program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat," pungkas Sertu Parjoko.
Melalui kesepakatan dalam rembuk ini, Pemdes Bogoharjo bersama Puskesmas Ngadirojo dan instansi terkait berkomitmen merealisasikan pemetaan data menjadi program kerja nyata guna memastikan penanganan stunting tepat sasaran sepanjang tahun anggaran berjalan. (*)
Tags
Daerah

