Pacitanupdate.com | Arjosari – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, memicu tanah longsor yang menimpa rumah warga di Dusun Tegal, Desa Mangunharjo, Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.
Longsoran tanah dari tebing di belakang rumah milik Agus (Rt 02/Rw 05) mengakibatkan bagian dapur mengalami kerusakan akibat tertimbun material tanah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materiil masih dalam pendataan.
Respons Cepat Aparat dan Warga
Menindaklanjuti kejadian itu, Babinsa Koramil 0801/03 Arjosari, Sertu Puji, bersama sejumlah personel TNI lainnya mendatangi lokasi pada Senin (16/2/2026) pukul 07.00 WIB. Mereka berkoordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan.
Sebagai langkah awal pengamanan, aparat mengarahkan pemilik rumah untuk sementara waktu mengosongkan bangunan serta menyelamatkan barang-barang berharga guna menghindari risiko lanjutan.
Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan warga sekitar kemudian bergotong royong membersihkan material longsoran yang menimpa dinding belakang rumah.
“Kami bersama warga dan aparat terkait langsung melakukan kerja bakti membersihkan timbunan tanah yang menimpa rumah Pak Agus agar kondisi segera aman,” ujar Sertu Puji di lokasi kejadian.
Faktor Cuaca dan Kondisi Tebing
Menurut Sertu Puji, longsor dipicu oleh curah hujan tinggi yang terjadi sepanjang malam. Selain itu, posisi rumah yang berada di bawah tebing menjadi faktor kerentanan.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Untuk kerugian materiil masih dalam proses perhitungan,” tambahnya.
Pemerintah desa setempat menyatakan akan terus berkoordinasi dengan BPBD untuk melakukan asesmen lanjutan, termasuk kemungkinan langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang.
Imbauan Kewaspadaan
Seiring meningkatnya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir, aparat mengimbau warga yang tinggal di sekitar tebing atau lereng rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan.
Babinsa juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada aparat desa atau petugas terkait apabila muncul tanda-tanda pergerakan tanah, seperti retakan dinding atau tanah ambles.
“Kami mengimbau warga tetap waspada, terutama di musim hujan yang disertai angin kencang seperti saat ini. Keselamatan harus menjadi prioritas,” tegas Sertu Puji.
Upaya sinergis antara aparat, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat pemulihan serta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Pacitan. (Kris)
Tags:
Peristiwa