Pria 42 Tahun Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Durian, Aparat Lakukan Evakuasi dan Pemeriksaan

Pacitanupdate.com | TULAKAN – Seorang pria berinisial S (42), warga Dusun Durian, Desa Wonoanti, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di pohon durian, Sabtu (21/2/2026) pagi sekitar pukul 07.30 WIB. 

Aparat TNI-Polri bersama tenaga medis langsung melakukan evakuasi dan pemeriksaan di lokasi kejadian.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban sebelumnya meninggalkan rumah pada Jumat (20/2/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Pada Jumat malam sekitar pukul 20.30 WIB, pihak keluarga mulai melakukan pencarian di sekitar lingkungan dusun, namun hingga pukul 22.00 WIB korban belum ditemukan dan pencarian dihentikan sementara.

Keesokan harinya, Sabtu (21/2/2026) pukul 07.30 WIB, korban ditemukan dalam kondisi tergantung di pohon durian di area perkebunan setempat dengan ketinggian sekitar 3,4 meter. Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

Saksi Miswanto (55), warga setempat, kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Babinsa Koramil Tulakan, Bhabinkamtibmas, serta Kepala Desa Wonoanti sekitar pukul 08.00 WIB.

Petugas dari Koramil Tulakan, Polsek Tulakan, bersama tenaga medis segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP, evakuasi jenazah, serta pemeriksaan awal (visum). 

Aparat juga berkoordinasi dengan pemerintah desa dan keluarga dalam proses pemulasaran jenazah.
Hingga berita ini diturunkan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan sejumlah pihak, dugaan sementara mengarah pada tindakan bunuh diri. Namun demikian, aparat tetap melakukan prosedur sesuai ketentuan guna memastikan penyebab kematian.

Sejumlah warga menyebut korban diduga tengah menghadapi persoalan ekonomi dan masalah keluarga. Meski demikian, pihak berwenang menegaskan bahwa motif atau latar belakang kejadian masih berdasarkan informasi awal dan belum dapat disimpulkan secara resmi tanpa hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Kepala Desa Wonoanti menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut dan mengimbau masyarakat untuk saling peduli terhadap kondisi sosial dan psikologis warga di lingkungan masing-masing.

“Kami berharap masyarakat lebih terbuka dan saling memperhatikan. Jika ada persoalan, sebaiknya dikomunikasikan dengan keluarga, tokoh masyarakat, atau perangkat desa agar bisa dicarikan solusi bersama,” ujarnya.

Aparat TNI-Polri juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam mendeteksi dini persoalan sosial maupun tekanan psikologis yang dialami warga, guna mencegah kejadian serupa terulang.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua pihak tentang pentingnya kepedulian sosial, komunikasi dalam keluarga, serta dukungan bersama dalam menghadapi persoalan hidup. (KR)
Previous Post Next Post