Ratusan Warga Pacitan Meriahkan Rontek Gugah Sahur, Aparat Gabungan Perketat Pengamanan

Pacitanupdate.com || PACITAN – Memasuki pekan terakhir Ramadan 1447 Hijriah, ratusan warga di berbagai wilayah Kabupaten Pacitan memadati jalanan untuk mengikuti tradisi rontek gugah sahur, Jumat (13/3/2026) dini hari. 

Tradisi budaya tersebut berlangsung meriah dengan iringan tabuhan alat musik tradisional yang dimainkan oleh kelompok pemuda dan masyarakat.

Untuk memastikan kegiatan berjalan tertib dan aman, aparat gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, serta unsur terkait lainnya diterjunkan melakukan pengamanan di sejumlah titik dan sepanjang rute yang dilalui para peserta rontek.

Perwira Seksi Operasi Kodim 0801/Pacitan, Kapten Inf Totok Wahono, mengatakan bahwa antusiasme masyarakat biasanya meningkat pada akhir pekan, terutama di kalangan generasi muda yang memanfaatkan momentum Ramadan untuk berkumpul dan mengekspresikan kreativitas melalui tradisi rontek.

“Setiap akhir pekan antusias masyarakat memang selalu meningkat. Karena itu pengamanan kami perketat untuk mengantisipasi potensi gangguan ketertiban maupun hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Totok Wahono usai mengikuti apel pengamanan di Makoramil 0801/01 Pacitan.

Ia menjelaskan, tradisi rontek merupakan salah satu kearifan lokal khas Pacitan yang telah diwariskan secara turun-temurun. Kegiatan ini identik dengan arak-arakan kelompok masyarakat yang memainkan alat musik tradisional seperti kentongan bambu, gong, gamelan, serta berbagai ornamen bunyi lainnya untuk membangunkan warga saat sahur.

Menurutnya, tradisi tersebut tidak hanya digelar di pusat kota, tetapi juga berlangsung di sejumlah desa dengan berbagai bentuk kreasi dan penampilan yang semakin beragam dari tahun ke tahun.

“Tradisi rontek bukan sekadar hiburan, tetapi juga bagian dari upaya melestarikan budaya lokal sekaligus menyemarakkan bulan suci Ramadan,” tambahnya.

Sementara itu, aparat keamanan tetap melakukan patroli dan pengawasan di sepanjang rute yang dilalui para peserta guna memastikan kegiatan berlangsung tertib tanpa mengganggu ketertiban umum maupun keselamatan pengguna jalan.

Pemerintah daerah dan aparat keamanan berharap masyarakat dapat terus menjaga tradisi rontek sebagai bagian dari identitas budaya Pacitan, namun tetap mengedepankan ketertiban, keselamatan, serta saling menghormati antarwarga.

Dengan sinergi antara masyarakat dan aparat, tradisi rontek gugah sahur diharapkan tetap menjadi kegiatan budaya yang positif, aman, serta mampu mempererat kebersamaan warga selama bulan Ramadan. (*)
Previous Post Next Post