Genjot Konektivitas, TNI dan Warga Pacitan Bahu-Membahu Bangun Jembatan Gantung Perintis Garuda

 

Anggota Babinsa Koramil 0801/04 Tegalombo bersama warga bergotong royong menggali lubang jangkar dan menata batu untuk pondasi utama Jembatan Gantung Perintis Garuda di Sungai Dhedem, Dusun Mojo, Desa Pucangombo, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, Minggu (12/7/2026). Pembangunan jembatan sepanjang 40 meter ini ditargetkan mampu membuka isolasi geografis serta memperlancar mobilitas ekonomi, pendidikan, dan sosial masyarakat setempat. (Foto: Dok. Koramil 0801/04 Tegalombo)

PACITAN, Pacitanupdate.com – Personil TNI AD dari Koramil 0801/04 Tegalombo bersama masyarakat Dusun Mojo bahu-membahu menggenjot pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda yang melintasi Sungai Dhedem, Desa Pucangombo, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan. Saat ini, proyek yang diorientasikan untuk mempercepat konektivitas antarwilayah resmi tersebut memasuki tahapan krusial berupa sepasang lubang jangkar pondasi utama tiang penyangga, Minggu (12/7/2026).

Aksi gotong royong berskala intensif di lapangan ini melibatkan penataan material fisik secara menyeluruh. Selain fokus pada pengerukan tanah untuk kedalaman pondasi, tim gabungan di lokasi juga mulai melakukan pemasangan batu alam, persiapan pengecoran struktur, hingga pengaturan ulang saluran air di sekitar bantaran sungai guna mengantisipasi risiko erosi atau luapan air.

Danramil 0801/04 Tegalombo, Kapten Inf Totok Dwi Wahono, menegaskan bahwa seluruh personel Babinsa dan warga sengaja dikonsentrasikan pada area terpencil utama ini. Menurutnya, akurasi teknis pada fase awal sangat menentukan tingkat keamanan dan daya tahan jangka panjang dari konstruksi jembatan gantung tersebut.

“Alhamdulillah progres pembangunan sudah memasuki tahap awal yaitu lubang Anchor pondasi utama untuk penguat tiang jembatan. Tahapan ini sangat penting karena menjadi dasar kekuatan dan ketahanan jembatan yang akan dibangun,” ujar Kapten Inf Totok Dwi Wahono saat memberikan keterangan pers secara langsung di lokasi pembangunan Sungai Dhedem, Minggu (12/7/2026).

Baca Juga :  Gerak Cepat PLN ULP Pacitan Sapu Bersih Ranting Pohon Pengganggu Jaringan Listrik

Secara arsitektural dan teknis, Jembatan Gantung Perintis Garuda dirancang untuk membentang sepanjang 40 meter dengan lebar efektif 1,20 meter. Jembatan ini membelah bentang Sungai Dhedem yang memiliki lebar sektoral sekitar 35 meter. Demi menjamin stabilitas maksimum dari beban gantung dan mobilitas di atasnya, kedalaman lubang jangkar dipatok mencapai 1,5 meter langsung menembus lapisan tanah keras.

Kehadiran infrastruktur permanen ini diproyeksikan menjadi solusi konkret atas batasan geografis yang selama ini membatasi aktivitas harian warga Dusun Mojo. Selama ini, ketiadaan akses penyeberangan yang memadai memaksa warga harus berkompromi dengan kondisi alam yang menyulitkan, terutama saat debit air sungai meningkat pada musim penghujan.

Melalui percepatan pembangunan berbasis kemitraan ini, Kapten Inf Totok Dwi Wahono berharap sendi-sendi kehidupan masyarakat pedesaan dapat segera meningkat secara signifikan. Integrasi sosial dan sinergitas yang kuat antara TNI dan masyarakat dalam proyek ini diharapkan melahirkan fasilitas publik yang kokoh sekaligus berkelanjutan.

“Jika proyek ini rampung, akses masyarakat untuk keperluan ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan sosial yang diharapkan dapat berjalan lebih lancar. Keterlibatan warga aktif dalam sistem gotong royong ini juga menjadi bentuk sinergi nyata antara TNI dalam memperkuat masyarakat infrastruktur pedesaan,” pungkas Danramil Tegalombo tersebut. (KR)


Lebih baru Lebih lama