Pacitanupdate.com || PACITAN – Komando Distrik Militer (Kodim) 0801/Pacitan bersama Pemerintah Desa Pucangombo menggelar kegiatan doa bersama di Dusun Mojo, Desa Pucangombo, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, Kamis (9/7/2026). Prosesi ini dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus penanda dimulainya pengerjaan fisik (ground breaking) jembatan gantung perintis garuda tahap VI di atas Sungai Dhedem.
Kegiatan doa bersama tersebut menjadi ikhtiar spiritual agar seluruh tahapan pembangunan jembatan dapat berjalan dengan aman, lancar, serta mengedepankan aspek keselamatan (zero accident). Kehadiran personel TNI di tengah masyarakat menegaskan komitmen kuat dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur vital yang menjadi kebutuhan dasar warga pelosok.
Berdasarkan perencanaan teknis, jembatan gantung yang membentang di atas Sungai Dhedem ini memiliki bentang panjang 40 meter dan lebar 1,20 meter. Struktur jembatan dirancang kokoh dengan kemampuan menahan tonase kendaraan hingga 5 ton, guna menggantikan jalur penyeberangan lama di atas sungai selebar 35 meter tersebut.
Komandan Koramil (Danramil) 0801/04 Tegalombo, Kapten Inf Totok Dwi Wahono, menegaskan bahwa proyek infrastruktur ini merupakan bagian dari program strategis TNI Angkatan Darat dalam membuka isolasi geografis di wilayah pedesaan.
"Pembangunan jembatan gantung Sungai Dhedem merupakan wujud nyata program pemerintah melalui TNI AD untuk menyediakan aksesibilitas yang layak dan aman bagi masyarakat pedesaan. Sinergi antara pemerintah, TNI, pelaksana proyek, dan warga merupakan modal utama guna meningkatkan keselamatan serta kenyamanan mobilitas harian," ujar Kapten Inf Totok saat dikonfirmasi di lokasi kegiatan.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Pucangombo, Sarmidi, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur yang mendalam atas realisasi pembangunan fisik infrastruktur penghubung tersebut. Menurutnya, jembatan ini merupakan fasilitas publik yang telah lama dinantikan oleh warga setempat karena kondisi jalur penyeberangan sebelumnya yang kian memprihatinkan.
"Alhamdulillah, pengerjaan hari ini resmi dimulai. Kami sangat bersyukur karena jembatan lama kondisinya sudah sangat rapuh dan membahayakan keselamatan warga yang melintas. Keberadaan jembatan baru ini dipastikan akan mempermudah mobilitas masyarakat secara signifikan," ungkap Sarmidi.
Sarmidi menambahkan, Jembatan Gantung Perintis Garuda tahap VI ini memegang peranan krusial bagi hajat hidup masyarakat multifase. Jembatan ini diproyeksikan mampu memperlancar urat nadi perekonomian desa, mempermudah akses pendidikan bagi anak-anak sekolah, hingga mempercepat evakuasi medis menuju fasilitas kesehatan terdekat.
Program pembangunan jembatan gantung ini menjadi salah satu representasi pelaksanaan karya bakti TNI dalam mendukung pemerataan pembangunan nasional. Langkah taktis ini diharapkan mampu memperkecil kesenjangan infrastruktur antardusun di Kabupaten Pacitan sekaligus memperkokoh kemanunggalan TNI bersama rakyat dalam mewujudkan kesejahteraan daerah. (KR)
