![]() | |
Suasana keakraban tanpa sekat tersebut menjadi gambaran nyata sinergi di lapangan. Duduk bersama di area sekitar proyek, obrolan ringan dan canda tawa menjadi sarana efektif untuk melepas lelah setelah merampungkan sebagian pengerjaan fisik akses jalan dan jembatan tersebut.
Koptu Destiko menyampaikan bahwa jeda istirahat yang diisi dengan interaksi humanis ini sangat penting untuk merawat moril dan menyuntikkan energi baru bagi personel maupun warga setempat.
"Mengobrol ringan dan bercanda di sela kerja keras membangun jembatan menjadi pelepas penat yang efektif sebelum kami kembali melanjutkan pekerjaan fisik," ujar Koptu Destiko.
Baca Juga : Dugaan Penahanan Ijazah di MAN Pacitan Mencuat, ASWIN dan LBH Tekankan Perlindungan Hak Siswa
Ia menambahkan, kehadiran Jembatan Gantung Garuda diproyeksikan bakal memberikan dampak vital bagi mobilitas harian dan aktivitas perekonomian warga Dusun Mojo serta desa sekitar. Oleh karena itu, percepatan pembangunan yang didasari rasa kebersamaan menjadi prioritas utama.
"Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga dalam setiap kegiatan membangun desa, khususnya di Dusun Mojo, agar infrastruktur ini segera selesai dan membawa manfaat nyata bagi lancarnya aktivitas warga," pungkasnya.
Pembangunan sarana infrastruktur pedesaan ini diharapkan dapat membuka keterisoliran wilayah, memperlancar arus transportasi barang dan jasa, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (*)
