Pacitanupdate.com | PACITAN — Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan mencatat partisipasi masyarakat dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tahun 2025 baru mencapai 32,94 persen dari total penduduk. Angka tersebut masih berada di bawah target yang diproyeksikan sebesar 36 persen. Memasuki tahun 2026, Dinkes Pacitan menargetkan peningkatan cakupan layanan hingga 46 persen melalui perbaikan sistem, penguatan sosialisasi, serta peningkatan kesadaran masyarakat.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, Nunuk Irawati, menjelaskan bahwa belum tercapainya target tahun 2025 dipengaruhi oleh keterlambatan pelaksanaan program. Menurutnya, petunjuk teknis baru dirilis pada April sehingga implementasi di lapangan tidak dapat berjalan optimal sejak awal tahun.
“Pelaksanaan CKG tahun 2025 belum maksimal karena juknis baru tersedia pada April. Akibatnya, kegiatan baru berjalan efektif beberapa bulan setelahnya,” ujarnya
Nunuk saat menyampaikan hasil evaluasi program.
Ia menambahkan, implementasi CKG pada tahun lalu baru mulai dilaksanakan secara aktif pada Maret, sehingga waktu pelaksanaan relatif terbatas. Meski demikian, Dinkes Pacitan tetap melakukan evaluasi menyeluruh sebagai bahan perbaikan program di tahun berikutnya.
Memasuki tahun 2026, Dinkes Pacitan telah memulai pelaksanaan CKG lebih awal. Namun, proses pencatatan data masih menghadapi kendala teknis akibat pembaruan aplikasi pelaporan yang belum sepenuhnya rampung. “Saat ini pelayanan sudah berjalan, hanya saja pencatatan masih terkendala karena sistem aplikasi sedang diperbaiki,” jelasnya.
Berdasarkan evaluasi tahun 2025, capaian CKG pada kelompok usia dewasa menjadi yang paling rendah dibanding siklus hidup lainnya. Rendahnya partisipasi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain tingkat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin yang masih perlu ditingkatkan.
Dinkes Pacitan berkomitmen memperluas sosialisasi serta meningkatkan kolaborasi dengan fasilitas kesehatan, pemerintah desa, serta berbagai elemen masyarakat untuk mendorong partisipasi warga. Selain itu, tenaga kesehatan diharapkan aktif melakukan pendekatan promotif dan preventif guna meningkatkan kesadaran masyarakat tentang deteksi dini penyakit.
Nunuk berharap berbagai perbaikan yang dilakukan mampu meningkatkan capaian program CKG di tahun 2026. “Dengan evaluasi yang sudah kami lakukan dan pelaksanaan yang dimulai lebih awal, kami optimistis target 46 persen dapat tercapai. Dukungan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan program ini,” pungkasnya.
Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis secara rutin sebagai langkah preventif menjaga kesehatan sekaligus mendukung upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Pacitan secara berkelanjutan. (Kris)
Tags:
Daerah