Pacitanupdate.com | PACITAN — Gempa bumi berkekuatan 6,4 Magnitudo yang terjadi pada Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 01.10 WIB mengguncang Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, dan wilayah sekitarnya. Sejumlah rumah warga, fasilitas ibadah, serta bangunan sekolah dilaporkan mengalami kerusakan di beberapa desa dan kelurahan di Kecamatan Pacitan, Sudimoro, dan Arjosari.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Dandim 0801/Pacitan Letkol Arh Imam Musahirul, S.H., M.I.P melalui para Danramil bersama Babinsa langsung turun ke lapangan untuk meninjau kondisi wilayah terdampak. Langkah cepat ini dilakukan sebagai upaya memastikan keselamatan warga serta mempercepat proses penanganan darurat.
Para Danramil mendatangi titik-titik yang mengalami kerusakan cukup parah. Selain memantau kondisi rumah warga dan fasilitas umum, personel juga memastikan jalur transportasi tetap dapat dilalui guna mendukung distribusi bantuan dan mobilisasi tim penanganan bencana.
Berdasarkan pendataan sementara hasil koordinasi dengan pemerintah desa setempat, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan. Di antaranya rumah Agus Susanto (49), warga Lingkungan Gantung, Kelurahan Pacitan, yang mengalami robohnya atap dapur dan kamar mandi dengan estimasi kerugian sekitar Rp20 juta. Rumah Sumarno (60) di Kelurahan Ploso juga mengalami kerusakan pada atap teras dengan kerugian diperkirakan Rp7 juta.
Kerusakan ringan berupa dinding retak dilaporkan terjadi pada rumah Muslimah (65) dan Sipur (70) di Dusun Bubakan, Desa Kembang, dengan estimasi kerugian masing-masing sekitar Rp500 ribu. Sementara di Kecamatan Arjosari, rumah Suprayit di Desa Kedungbendo mengalami retak dinding dengan kerugian sekitar Rp1 juta. Sejumlah rumah warga lainnya di Desa Jetis, yakni milik Kardi (65), Yatiman (68), dan Katmini (57), juga mengalami kerusakan serupa.
Selain rumah warga, bangunan Mushola Al Amin di Dusun Craken Etan, Desa Sumberharjo, dilaporkan mengalami robohnya atap teras dengan kerugian sekitar Rp10 juta. Sementara itu, Gedung SMP Negeri 4 Sudimoro di Desa Sembowo mengalami retak dinding dan plafon runtuh dengan estimasi kerugian mencapai Rp25 juta.
Selain melakukan pendataan, personel Koramil turut membantu evakuasi warga dari rumah yang mengalami kerusakan berat dan berisiko roboh. Danramil di wilayah terdampak mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan, serta mematuhi arahan petugas di lapangan.
Pihak TNI melalui Babinsa memprioritaskan keselamatan warga dan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, serta aparat terkait guna memastikan penanganan darurat berjalan efektif. Pemerintah desa juga diharapkan terus memperbarui data kerusakan untuk mempercepat proses bantuan dan rehabilitasi.
Dandim 0801/Pacitan melalui jajaran Koramil menegaskan komitmen untuk terus mendampingi masyarakat hingga kondisi dinyatakan aman dan penanganan pascabencana berjalan optimal.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan dapat mempercepat distribusi bantuan, pemulihan fasilitas umum, serta mendukung proses rehabilitasi rumah warga terdampak.
Dengan sinergi seluruh pihak, diharapkan proses pemulihan dapat berjalan cepat sehingga aktivitas masyarakat kembali normal serta risiko dampak lanjutan akibat gempa dapat diminimalkan. (KR)
Tags:
Daerah