Dinkes Pacitan Gencarkan Edukasi APD Setelah 133 Warga Terpapar Leptospirosis

Pacitanupdate.com, ​PACITAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pacitan bergerak cepat merespons temuan 133 kasus leptospirosis yang menjangkiti warga sejak Januari hingga April 2026. Langkah edukasi dan mitigasi di lapangan kini diintensifkan, terutama bagi kelompok masyarakat yang bekerja di sektor rentan seperti pertanian.

​Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pacitan, drg. Nur Farida, menjabarkan bahwa grafik kasus dalam dua bulan terakhir menunjukkan angka yang dinamis.

​“Maret tercatat 47 kasus dan April sebanyak 42 kasus. Secara akumulatif dari Januari hingga April 2026, total pasien mencapai 133 orang,” ujar Farida saat dikonfirmasi, Selasa (19/5/2026).

​Meski demikian, Farida menambahkan bahwa tren tahun ini sebenarnya menunjukkan penurunan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025, di mana kasus Maret tahun lalu mencapai 69 kasus dan April sebanyak 50 kasus.
​Berdasarkan pelacakan epidemiologi, mayoritas penularan dipicu oleh minimnya kesadaran penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), seperti sepatu bot dan sarung tangan, saat beraktivitas di area berlumpur atau membersihkan selokan.

​Menanggapi situasi ini, Ketua Kelompok Tani Makmur Pacitan, Sudirman, mengakui adanya kendala kenyamanan dalam penerapan APD di lapangan, namun pihak petani siap berkomitmen demi keselamatan.

​“Kami menyadari risiko bekerja di sawah, terlebih saat populasi tikus sedang meningkat. Kami menyambut baik instruksi Dinkes dan berharap ada bantuan stimulus atau pengadaan APD yang terjangkau bagi para petani kecil agar imbauan ini bisa diterapkan secara serentak,” kata Sudirman.
​Dinkes Pacitan menegaskan bahwa ancaman bakteri Leptospira dapat ditekan secara signifikan melalui sinergi antara kesadaran medis dan kebersihan lingkungan. Lonjakan populasi tikus di pemukiman maupun lahan pertanian tidak akan menjadi sumber wabah selama Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) diterapkan secara disiplin.

​Masyarakat diimbau untuk tidak meremehkan gejala awal seperti:

​Demam tinggi mendadak

​Nyeri otot (terutama pada betis)

​Sakit kepala berat

​Kondisi tubuh cepat lemas

​“Kami meminta masyarakat untuk tidak lengah. Jika muncul gejala awal, segera periksakan diri ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat. Jangan menunggu hingga kondisi fisik memburuk,” tegas Farida.

​Melalui kerja sama yang solid antara regulasi dari pemerintah, kedisiplinan para pekerja di sektor rill, serta penataan lingkungan yang bersih, Pacitan ditargetkan dapat segera menekan angka penyebaran leptospirosis secara berkala hingga mencapai zero case. (KR)
Previous Post Next Post