PACITAN, Pacitanupdate.com — Proses pencarian intensif hari kedua terhadap anak buah kapal (ABK) KM Orvia-09 yang dilaporkan hilang akibat terjatuh di wilayah Dermaga Pelabuhan Perikanan Tamperan, Lingkungan Sidoharjo, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia (MD) pada Rabu pagi (15/7/2026).
Korban diketahui bernama Sulkifli (34), seorang nelayan buruh harian yang berdomisili di Dusun Seree, Desa Palai, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Korban dilaporkan tenggelam setelah terpeleset dari atas kapalnya pada Selasa malam (14/7).
Menurut keterangan saksi mata yang merupakan Nakhoda KM Orvia-09, Aso Rahman (37), musibah terjadi sekitar pukul 21.30 WIB ketika kapal sekoci mereka sedang melakukan tambat labuh di dermaga jetty I Pelabuhan Tamperan. Saat rekan-rekan sesama ABK tengah beristirahat di buritan, korban berjalan ke arah lambung kanan kapal menghadap ke laut untuk buang air kecil. Naas, korban tiba-tiba terpeleset lalu tercebur ke dalam air.
"Rekan korban yang melihat kejadian langsung berusaha melakukan pertolongan dan pencarian mandiri selama kurang lebih satu jam. Namun kondisi malam hari yang gelap dan fakta bahwa korban tidak bisa berenang menyulitkan proses penyelamatan darurat," terang Susilo Riyanto alias Caplin (38), pengurus kapal KM Orvia-09 di lokasi kejadian.
Setelah upaya pencarian mandiri nihil, pihak pengurus kapal melaporkan musibah tersebut ke petugas Pos Keamanan Laut Terpadu (Poskamladu) Tamperan sekira pukul 22.40 WIB. Tim SAR gabungan yang terdiri atas TNI AL, Polairud, dan nelayan setempat langsung melakukan penyisiran awal hingga pukul 04.00 WIB dini hari sebelum dihentikan sementara karena jarak pandang.
Baca Juga : Masuk Penilaian Mabes Polri, Sinergisitas 3 Pilar Desa Nogosari Pacitan Jadi Percontohan Nasional
Pada Rabu pagi pukul 07.30 WIB, operasi pencarian hari kedua kembali dibuka melalui apel gabungan. Personel dari Posbinpotmar Tamperan (Lanal Pacitan), Polairud Polda Jatim BKO Polres Pacitan, BPBD Pacitan, Babinsa Koramil Pacitan, UPT Pelabuhan Perikanan Tamperan, serta para nelayan dikerahkan secara terpadu.
Tepat pukul 09.45 WIB, tim penyelam gabungan berhasil mendeteksi posisi jasad korban yang berada tepat di dasar laut bawah konstruksi Dermaga Pelabuhan Perikanan Tamperan pada kedalaman sekitar 7 meter. Setelah berhasil diangkat ke permukaan, jasad korban langsung dimasukkan ke kantong jenazah dan dievakuasi menggunakan kendaraan operasional BPBD menuju RSUD Dr. Darsono Pacitan pada pukul 09.50 WIB guna menjalani prosedur Visum et Repertum.
Komandan Pos AL (Danpos AL) Tamperan, Serma Ridwan Mustaqiem, menegaskan bahwa pihak Pangkalan TNI AL Pacitan melalui Poskamladu (TNI AL dan Polairud) terus berupaya memperkuat pengawasan keselamatan di kawasan pelabuhan perikanan. Pihaknya juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah yang menimpa korban.
"Kami dari Pangkalan TNI AL Pacitan melalui Poskamladu Tamperan kembali mengimbau dengan sangat kepada seluruh nelayan, nakhoda, dan pekerja laut untuk selalu mengutamakan keselamatan kerja (safety first). Wajib menggunakan alat keselamatan diri seperti life jacket saat beraktivitas baik di sekitar dermaga maupun saat melaut demi mencegah terulangnya kejadian serupa," tegas Serma Ridwan.
Hingga berita ini diturunkan, Posbinpotmar Tamperan bersama dengan Polairud Polres Pacitan telah merampungkan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta pengurus kapal guna proses pemulangan jenazah menuju kampung halamannya di Sinjai Selatan, Sulawesi Selatan. (KR)


