Festival Rawat Jagat Ke-4 Pacitan Resmi Dibuka, TNI Apresiasi Pelestarian Budaya Lokal

PacitanUpdate.com || Pacitan, 23 November 2025 – Festival Rawat Jagat Tahun 2025 resmi dibuka di halaman Pendopo Kabupaten Pacitan, Sabtu (22/11/2025). Kegiatan budaya tahunan yang telah memasuki tahun keempat ini mengusung tema “Sluman - Slumun - Slamet” dan diikuti sekitar 500 peserta dari berbagai elemen masyarakat.

Acara pembukaan dipimpin Wakil Bupati Pacitan, Gagarin Sumrambah, dengan prosesi pemecahan kendi pratolo sebagai simbol harapan keselamatan, kelestarian budaya, dan keberkahan bagi masyarakat Pacitan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forkopimda, perwakilan Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Pimpinan Ponpes Tremas KH Lukman Harizd Dimyati, Sekda Pacitan Heru Wiwoho, pimpinan perangkat daerah, TP PKK, camat, lurah, serta kepala desa se-Kabupaten Pacitan.

Makna Budaya dan Pesan Filosofis

Tema Sluman Slumun Slamet mempertegas nilai kearifan lokal Jawa yang menekankan sikap hati-hati, konsisten, dan bijaksana dalam bertindak. Ungkapan tersebut secara filosofis mengandung pesan tentang menjalani kehidupan dengan langkah pasti, penuh kesadaran, dan berorientasi pada keselamatan serta keberhasilan.

Dalam konteks kekinian, filosofi tersebut sejalan dengan nilai mindfulness dan sikap positif dalam menjalani aktivitas serta berkarya secara tekun dan terukur.

Wadah Pelestarian Budaya dan Ekonomi Kreatif

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Pacitan menyampaikan bahwa Festival Rawat Jagat tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, tetapi juga sarana edukasi, peningkatan ekonomi kreatif, serta pembentukan karakter generasi muda.

“Acara ini menjadi wadah pelestarian budaya, kepedulian lingkungan, sekaligus penguatan ekonomi kreatif masyarakat Pacitan,” ujarnya saat membacakan sambutan Bupati Pacitan.
Festival ini menampilkan beragam kegiatan mulai dari parade budaya, pertunjukan seni tradisional, lokakarya, hingga bazar produk unggulan UMKM daerah.

Perwira Seksi Personalia (Pasipers) Kodim 0801/Pacitan, Lettu Cke Misrum, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam penyelenggaraan Festival Rawat Jagat.

Menurutnya, keikutsertaan masyarakat, khususnya generasi muda dalam menunjukan karya seni dan tradisi daerah, menjadi bukti bahwa budaya lokal masih hidup dan berkembang.

“TNI mengapresiasi terselenggaranya event budaya Rawat Jagat ini. Kami juga bangga melihat anak-anak muda tampil membawakan kesenian daerah dengan penuh semangat,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Minggu (23/11/2025).
Ia menegaskan bahwa Festival Rawat Jagat merupakan bentuk nyata upaya pelestarian budaya sebagai bagian dari menjaga keseimbangan alam dan kehidupan manusia.

“Festival ini bukan hanya hiburan, tetapi juga pengingat bahwa budaya adalah warisan identitas bangsa yang harus dijaga,” tambahnya.

Dengan terselenggaranya Festival Rawat Jagat Tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Pacitan berharap kegiatan ini menjadi agenda yang terus berkembang, semakin inklusif, serta memberikan dampak ekonomi, sosial, dan budaya yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Penulis : Kriswanto
Editor   : Redaksi
Previous Post Next Post