Pelda Arianto Hadiri Pengajian Isra Mi’raj, Perkuat Iman dan Kebersamaan Warga Punung

Pacitanupdate.com | Pacitan — Bati Tuud Koramil 10/Punung, Kodim 0801/Pacitan, Pelda Arianto menghadiri pengajian umum dalam rangka Harlah Nahdlatul Ulama (NU), LPYP, serta peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan tersebut digelar di Pondok Pesantren Ibnu Umar LPYP, BLK LPYP, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Sabtu malam (10/01/2026).

Kehadiran Pelda Arianto merupakan bagian dari pelaksanaan tugas kewilayahan TNI AD dalam membina kedekatan dan sinergi dengan masyarakat. Pengajian ini juga menjadi wadah mempererat ukhuwah islamiyah sekaligus menumbuhkan nilai keagamaan di tengah kehidupan sosial warga.

Sejumlah tokoh dan pejabat turut hadir, di antaranya Camat Punung Pudji Haryono, S.Sos., M.Si., anggota DPRD Fraksi PKB Dapil II Fibi Irawan, S.E., mubalig K.H. Mahmud, M.Pd., pengasuh Ponpes Ibnu Umar K.H. Rofiq, S.Ag., Kasium Polsek Punung Aiptu R. Agung, Ketua MUI Kecamatan Punung H. Imam Sujadi, Kepala Desa Punung Bambang Priyambodo, panitia pelaksana Saiful Bahri, S.Pd., serta warga masyarakat dan para santri.
Rangkaian acara berlangsung khidmat, diawali pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, Maulidur Rasul, tahlil dan manaqib, mahalul qiyam, mujahadah akbar, dan ditutup dengan doa bersama.

Di sela kegiatan, Pelda Arianto menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj memiliki makna penting sebagai momentum refleksi spiritual dan keteladanan Nabi Muhammad SAW. Ia berharap kegiatan keagamaan semacam ini mampu meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat sekaligus memperkuat persatuan.

“Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, semoga kita dapat mengambil hikmah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, mempererat persatuan dan kesatuan, serta menumbuhkan kepedulian antar sesama. Ini juga menjadi pengingat akan peran NU dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.
Ia menambahkan, peringatan Isra Mi’raj diharapkan dapat menumbuhkan rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa, serta membentuk sikap ikhlas dan tawakal dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Secara umum, pengajian ini dinilai menjadi sarana pencerahan rohani sekaligus penguatan nilai kebersamaan dan keharmonisan sosial. Harapannya, semangat keagamaan yang tumbuh dari peringatan Isra Mi’raj dapat terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari guna mewujudkan masyarakat yang religius, rukun, dan berdaya. (KR)
Previous Post Next Post