PACITAN || Pacitanupdate.com – BPJS Kesehatan Kantor Cabang Tulungagung bergerak cepat mendongkrak kepesertaan aktif Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Pacitan. Langkah strategis ini diambil guna mengejar target Universal Health Coverage (UHC) seiring dengan posisi cakupan JKN Pacitan yang saat ini masih berada di peringkat ke-33 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Berdasarkan data per 1 Mei 2026, jumlah peserta JKN di Pacitan sebenarnya telah mencapai 554.883 jiwa atau sekitar 94,04% dari total populasi yang berjumlah 590.076 penduduk. Kendati demikian, tantangan besar terletak pada tingkat keaktifan peserta yang saat ini baru menyentuh angka 74,38%.
Untuk mengakselerasi capaian tersebut, BPJS Kesehatan mengoptimalkan Program PESIAR (Petakan, Sisir, Advokasi, Registrasi). Skema social marketing yang melibatkan pihak ketiga berbasis rekomendasi perangkat daerah ini terbukti mulai membuahkan hasil di lapangan.
Hingga Selasa (23/6/2026), tercatat sudah ada 24 desa di Kabupaten Pacitan yang aktif menjalankan Program PESIAR dengan rincian capaian sebagai berikut:
Penyisiran Data: 2.275 warga berhasil dipetakan.
Advokasi & Edukasi: 2.147 warga menerima sosialisasi langsung.
Registrasi Baru: 522 warga berhasil didaftarkan
sebagai peserta JKN baru (398 peserta telah membayar iuran pertama, dan 124 lainnya diusulkan melalui skema non-PBPU).
Selain mengandalkan PESIAR, BPJS Kesehatan juga meluncurkan Program Donasi. Program inovatif ini membuka ruang bagi badan usaha, komunitas, maupun donor perorangan untuk membantu membiayai iuran warga kurang mampu atau peserta mandiri yang menunggak.
Penguatan dari sisi hilir juga terus diperkuat melalui kerja sama dengan jaringan fasilitas kesehatan yang masif di Pacitan, meliputi:
36 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP): Terdiri dari 24 puskesmas, 4 dokter mandiri, 2 dokter gigi mandiri, 4 klinik pratama, dan 2 klinik TNI/Polri.
Fasilitas Rujukan & Penunjang: 3 Rumah Sakit (FKRTL), 2 laboratorium, 1 apotek Program Rujuk Balik (PRB), dan 3 optik.
Akses administrasi dan pengaduan pun dipermudah lewat integrasi layanan digital seperti VIOLA (Virtual Office Layanan Desa), BPJS SATU, serta PIPP di rumah sakit.
Kepala Cabang BPJS Kesehatan Tulungagung, Fitriyah Kusumawati, menegaskan bahwa ruang pertumbuhan untuk meningkatkan kualitas cakupan kesehatan di Pacitan masih sangat terbuka lebar. Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama untuk menembus target UHC nasional, yakni kepesertaan di atas 98% dengan tingkat keaktifan lebih dari 80%.
"Masih terdapat ruang yang cukup besar untuk meningkatkan cakupan maupun keaktifan peserta JKN di Pacitan. Karena itu, diperlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, badan usaha hingga masyarakat," ujar Fitriyah dalam kegiatan Media Gathering di Pacitan, Selasa (23/6/2026).
Beliau juga mengimbau dan berharap agar masyarakat yang belum terdaftar atau yang kartunya nonaktif untuk segera mengurus kepesertaannya demi meminimalisasi risiko finansial mendadak akibat gangguan kesehatan.
"Kami berharap kesadaran masyarakat terus tumbuh. Daftar atau aktifkan segera kepesertaan JKN BPJS Kesehatan, karena sakit tidak ada hari libur dalam kalender dan kita tidak bisa menduga berapa besar biayanya. Dengan gotong royong, kita optimistis perlindungan kesehatan yang optimal bagi seluruh warga Pacitan dapat segera terwujud," pungkasnya. [Kris]
Tags:
Daerah